Begini Tanggapan Bakhtiar Sibarani Soal Isu Pj Bupati Tapteng Tidak akan Netral di Pilkada 2024

Arifin Nugroho
21/09/2022, 20:58 WIB
Last Updated 2022-09-21T13:58:30Z
TAPTENG - Mantan Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani menanggapi isu yang menyebut bahwa Pj Bupati Tapteng Yetty Sembiring tidak akan netral di Pilkada 2024 mendatang.

Menurut isu tersebut, tidak netralnya Pj Bupati Tapteng karena Yetty Sembiring merupakan mantan ajudan Bakhtiar Sibarani. Apalagi selama menjabat Bupati Tapteng Bakhtiar Sibarani menjadikan Yetty Sembiring sebagai Sekretaris BKD, Kepala BKD, jadi Sekda sampai menjadi PJ Bupati Tapteng saat ini.

Kepada wartawan, Bakhtiar Sibarani mengungkapkan kalau dirinya sudah membaca isu itu media sosial. Bakhtiar menanggapi isu tersebut dengan santai, bahkan mempersilakan Mendagri untuk mengevaluasi jabatan Pj Bupati Tapteng jika memang tidak layak.

"Biarlah Mendagri yang melihat, kalau Mendagri mengatakan dia layak silahkan lanjut (jadi Pj Bupati). Kalau menurut Mendagri Pj Bupati tidak bagus silahkan ganti, kami tidak keberatan, karena itu hak prerogatif Mendagri. Mau diganti atau tidak diganti saya tidak ada kaitan dengan Pj Bupati dalam kapasitas jabatan," kata Bakhtiar Sibarani kepada wartawan usai menggelar rapat di Kantor Sekretariat Partai NasDem, Selasa (20/9/2022).

"Tapi kalau saling sapa di jalan itukan sah-sah saja, normal saja. Bahwa kemudian ada hubungan itu sudah pasti, tapi netralitas itu kembali kepada diri masing-masing," ujar Bakhtiar Sibarani.

Bakhtiar menegaskan dirinya tidak akan dan tidak mungkin meminta bantuan kepada Pj Bupati Tapteng untuk memenangkannya sebagai calon bupati di Pilkada 2024 mendatang.

Pasalnya, kata Bakhtiar, dengan kekuatan Partai NasDem di DPRD Tapteng dan dukungan yang dimiliki saat ini, NasDem Tapteng optimis akan kembali meraih kemenangan di Pemilu serentak 2024 nanti.

"Saya tidak akan minta bantuan Pj Bupati Tapteng untuk memenangkan saya jadi calon bupati, itu tidak mungkin. Karena kita juga menang di 18 Kecamatan dari 20 kecamatan yg ada waktu Pilkada lalu, jadi tidak ada kaitannya. Sebelum saya kenal Yetty, saya sudah menang jadi Bupati, jadi tidak ada pengaruh Yetty bisa memenangkan saya jadi Bupati. Saya juga belum tentu mencalon bupati lagi," ujar Bakhtiar Sibarani.

"Sangat tidak mungkin, karena kami Fraksi NasDem di DPRD Tapteng sudah ada 14 kursi. Artinya, bahwa di DPRD banyak adik-adik dan teman-teman saya. Dulu juga saya pernah buktikan waktu saya Ketua DPRD mencalon bupati, saya tidak hanya mendapat dukungan dari partai pendukung, bahkan bukan partai pendukung juga ikut kampanye secara terang-terangan, itu karena bagusnya cara pergaulan dan persahabatan," ungkap Ketua Partai NasDem Tapteng itu.

Bakhtiar menduga isu yang menyebut Pj Bupati tidak akan netral di Pilkada sengaja dilempar oleh lawan politik yang takut bersaing dengannya di Pilkada 2024 mendatang.

"Isu itu kita duga dari orang-orang yang mungkin mau mencalon bupati tapi takut kalau saya maju menjadi bupati. Itu namanya orang-orang yang ingin mencoba tapi penakut. Silahkan saja maju, tapi tidak menjelekkan orang lain," tegas Politisi muda Putra kelahiran Barus itu.

Lebih lanjut Bakhtiar mengungkapkan, isu tersebut juga diduga berasal dari kelompok tertentu yang sering mengatasnamakan masyarakat Tapteng padahal jumlahnya hanya 30-40 orang, yang seolah-olah merekalah perwakilan masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah.

Bakhtiar kembali menegaskan bahwa dirinya juga sudah meminta Ketua DPRD Tapteng untuk mengawal kinerja Pj Bupati agar berjalan sesuai tupoksinya.

"Kalau memang melenceng supaya direkomendasikan yang terbaik. Kalau memang salah, katakan salah meskipun itu adalah ajudan saya dulunya tidak ada masalah bagi saya," tukasnya.

"Silahkan saja Mendagri mengevaluasi jabatan Pj Bupati, saya tidak berani untuk mencampuri itu. Mau dia diganti saat ini tidak ada urusan sama saya, mau dia masih jadi Pj Bupati tidak ada kaitan sama saya. Silahkan saja kalau memang mau diganti, ya diganti saja, tidak ada masalah. Siapapun jadi Pj Bupati pasti kita dukung. Jadi jangan semua dikait-kaitkan kepada saya, karena saya juga sibuk mengurus keluarga, usaha saya, partai, bersosial dan masyarakat, saya tidak mau dibebankan kepada yang tidak tempatnya," pungkas Bakhtiar Sibarani. 

TrendingMore